KaBeIn, EDIT, Pendaftaran dan pelayanan di BPJS Kab Brebes sudah bagus. Mereka sekarang memiliki kantor baru. SELAMAT!
Iklan layanan masyarakat dari pemerintah di televisi dengan gencar mengajak agar warganya mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan, namun gencarnya pemberitaan ini tidak dibarengi dengan tempat pendaftaran yang memadai. Seperti yang terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
![]() |
| Kantor BPJS Kesehatan Brebes |
Coba bayangkan, satu kabupaten dengan luas 1.657,73 km2 hanya di tangani satu kantor cabang yang sungguh kecil. Kantornya saja berada di sebuah jalan yang layak disebut gang. Di ‘gang’ Pusponegoro 26 Brebes.
Dan yang lebih aneh, atau mungkin gila, ketika saya mendaftar pada hari Selasa, 6 Februari 2015 (tentu saja saya gagal karena tidak mendaptkan nomor urut), untuk mendapatkan nomor antrian, kita bukannya tinggal mengambil kartu antrian, namun kita akan berebut kursi dan mendudukinya. Siapa yang bisa mendapatkan tempat duduk, dia akan mendapatkan kartu yang dibagikan oleh petugas. Orang disamping saya malah bercerita bahwa pernah ada yang sampai terjatuh untuk berebut kursi.
Lucunya (lucu apanya, mangkel kok), kursi yang disediakan tidak ada 50 kursi. Sehingga untuk memperebutkan nomor antrian banyak yang harus saling pangku! Konyol!
Apalagi di bagian pendaftaran BPJS mandiri yang tempatnya mojok, kursinya hanya ada sepuluh!
![]() |
| Pendaftaran kantor BPJS Brebes tampak sepi karena sehari hanya menerima antrian 50 orang untuk BPJS mandiri dan 50 orang untuk BPJS lainnya. Foto diambil jam 11 siang |
Dan lagi-lagi untuk hanya sekedar ngeprint kartu saja belum tentu datang sehari bisa kesampaian, kalau tidak dapat nomor urut ya harus datang besok, besok dan besok sampai mendapatkan nomor urut. Padahal hanya ingin ngeprint!!! (tanda seru tiga kali)
Sebetulnya kita bisa saja ngeprint kartu dirumah, tapi tentu hanya menggunakan kertas HVS, bukan sebuah kartu. Meskipun sama-sama valid, mempunyai kartu lebih sreg daripada hanya selembar kertas HVS.
Pikirkan juga nasib orang daerah Bumiayu yang berjam-jam menempuh perjalanan ke kota Brebes dan ternyata hari itu gagal, besok datang gagal lagi dan lagi.
Bagaimana kepala BPJS Brebes? Masih mau seperti ini? Anda menangani satu penduduk sekabupaten, bukan satu RW! Mungkin bapak Jokowi bisa sidak langsung ke Brebes?
Sebetulnya tinggal menambah pegawai penginput data saja kok, tambahin computer penginput dan pegawai. Dirikan kantor bantuan, misalnya di sebuah aula yang luas. Apakah ini sulit untuk sebuah instansi? Sekali lagi, ini akan mengurusi orang sekabupaten!
Oh, ya. Ada lagi nih. Untuk sekedar tanya-tanya saja tidak bisa, orang yang mengantri berada diluar pintu masuk, dan pintu ditutup. Mau nanya, nanya kesiapa, hah?! Mikir!


2 comments
Wahh...miris banged krungune nyong...misale sing bumiayu tekan mono gagal yaaa kudu ekstra sabar nemen....
addduuuuhhhhhh..........gimana brebes mau maju....wong geser sedikit aja ga bisa....
ya jelas oh ..ader tanah e bisa geser .....kecuali gempa tah geser...dasare pengeng...koen...
Komentar spam akan kami hapus