KaBeIn, Jutaan rakyat miskin Indonesia akan menerima bantuan pemerintah melalui metode yang lebih efisien dan efektif yang secara resmi diluncurkan oleh Presiden Joko 'Jokowi' Widodo hari ini (3 Nov 2014).
Ketiga program tersebut adalah Kartu Indonesia Sehat (KIH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Program ini sama persis seperti yang dijanjikan oleh Jokowi dan Jusuf Kalla saat kampanye presiden waktu lalu yang mengakibatkan antusias pemilih.
![]() |
| Presiden Joko Widodo meluncurkan program bantuan di Kantor Pos Pusat di Pasar Baru, Jakarta (Sumber foto: Kompas.com/Icha Rastika) |
Presiden secara simbolis menyerahkan kart KKS, KIH dan KIP pada sejumlah masyarakat miskin yang haadir dalam acara tersebut, seperti dilansir oleh Kompas.com. Dengan kartu-kartu mereka bisa pergi ke kantor pos dan bank yang ditunjuk untuk mendapatkan uang yang dimaksudkan untuk mereka.
(Baca Juga: Seluruh Gubernur Indonesia akan Dilarang Menggunakan Lounge VIP Bandara)
Siaran pers yang dikeluarkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mengatakan bahwa sebagai awal, kartu SKS akan dibagikan kepada satu juta KK sementara kartu KIP akan diserahkan kepada 160.000 anak usia sekolah. Sedangkan kartu KIS dibagikan ke 4,5 juta orang di 19 kabupaten / kota di sembilan provinsi di seluruh Indonesia.
Untuk kartu SKS, pemerintah akan menerbitkan kartu sim sehingga dengan menggunakan ponsel, penerima bantuan dapat dengan mudah mengakses uang mereka.
![]() |
| Jokowi Luncurkan Tiga Kartu Sakti: KIS, KIP dan KKS |
Tujuan utama dari tiga program bantuan yang diluncurkan oleh Jokowi diyakini dapat membantu meredam pukulan berat dari kenaikan harga sebagai akibat dari pengurangan subsidi BBM yang akan dimulai pada akhir tahun.
Sementara itu, sistem kartu dimaksudkan untuk menghindari tindak korupsi dalam penyaluran bantuan. Di masa lalu, keluarga dan individu penerima bantuan pemerintah menerima melalui pejabat pemerintah setempat. Banyak yang mengeluhkan bahwa mereka tidak menerima mereka secara utuh dan tidak tepat waktu.
Ternyata Jokowi menepati janjinya waktu pemilu, majulah Indonesia.


Komentar spam akan kami hapus